Wilayah Palestina-Israel (swaramuslim.com)
Tulisan ini dirangkum dari beberapa sumber yaitu:
- Makalah Umar Asasudin, M.A. yang berjudul “Peranan Cendekiawan dalam Perjuangan Kemerdekaan Palestina: Pendekatan Sejarah”
- Pidato
Ikhrimah Shabri (Imam Masjid Al-Aqhsa Palestina pada tahun 1992) yang
berjudul “Palestina: Sejarah Perjuangan, Intifada, dan Agresi Israel
terhadap Masjidil Aqsha”.
- Makalah Dr. Roeslan Abdoelgani yang berjudul “Solidaritas Indonesia terhadap Palestina: Suatu Tinjauan Historis”
Ketiganya terdapat dalam buku “Palestina: Solidaritas Islam dan Tata
Politik Dunia Baru”, dengan editor : M Riza Sihbudi & Achmad Hadi,
cetakan Pustaka Hidayah tahun 1992. Buku ini berintikan makalah dalam
seminar “Pekan Persahabatan Indonesia Palestina” 13-18 Januari 1992 di
Yogyakarta.
Kejadian setelah tahun 1992 dirangkum dari:
- “Tabel Sejarah Timur Tengah” dalam blog “Kajian Timur Tengah” oleh Dina Y. Sulaeman
- “Sejarah Berdirinya Negara Israel” oleh Panji Prabowo (Kepala GAMAIS ITB 2008-2009) dalam blognya
- Berita-berita dalam kompas.com tentang perang Israel Palestina.
Selamat membaca!
***
Wilayah Palestina pada mulanya ditinggali oleh beberapa bangsa, yaitu
bangsa Ammonit dan Philistine. Lalu, sekitar tahun 1000 SM, Palestina
ditaklukan oleh Raja Thalut dan Daud a.s. Daud a.s. dan keturunannya,
yang merupakan bangsa yahudi, akhirnya menjadi raja di sana dan
Palestina menjadi tanah air bangsa yahudi dari 1000 SM – 135 M.
Palestina sendiri sempat dikuasai oleh Kerajaan Persia, Babilonia,
Mesir, dan kerajaan-kerjaaan lain secara bergantian dalam rentang waktu
tersebut.
Wilayah Palestina Dikuasai Kerajaan Romawi
Sekitar tahun 100 SM muncullah kekuatan Roma dan pada tahun 63 SM, Roma,
di bawah pemerintahan Raja Pompey, menaklukan kerajaan yang menguasai
Palestina. Tahun 66 M, timbul pemberontakan yang dilakukan oleh bangsa
Yahudi. Perang terjadi dan pemberontak kalah dan akhirnya pada tahun 70
M, Jerussalem jatuh sepenuhnya ke tangan Roma.
Raja Pompey dari Romawi (www.usu.edu)
Pada saat itu, biasanya Roma tidak melakukan penekanan tetapi
memperlakukan daerah jajahannya dengan lembut untuk mempersatukan warga
negeranya dengan bangsa jajahannya. Namun, di dalam kasus bangsa Yahudi,
cara ini tidaklah berhasil. Seringkali timbul huru-hara dari bangsa
Yahudi. Hal ini menyebabkan akhirnya Roma berlaku keras kepada bangsa
Yahudi dan mengeluarkan dekrit yang mematikan nasionalismen bangsa
Yahudi dengan cara melarang berbagai peribadatan mereka.
Pada akhirnya dekrit ini membuat sebuah pemberontakan besar dari 200.000
orang Yahudi yang dipimpin oleh Barcocheba di Jerussalem. Raja Hadrian
yang saat itu memimpin Roma mengirimkan Julius Sevenus dan tentara yang
jumlahnya besar untuk memadamkan pemberontakan dan menaklukan
Jerussalem. Pada saat itu, bangsa Yahudi kalah dan dikeluarkan peraturan
mereka dilarang masuk ke kota apapun alasannya. Jerussalem dijadikan
koloni Roma dan tempat peribadatan Yahudi, haikal Yahudi, diganti dengan
candi lambang supremasi Roma, candi Yupiter. Mulai saat itu bangsa
Yahudi tersebar ke luar Palestina. Namun, ada sebagian kecil yang tetap
bertahan di sana.
Setelah masa itu, pengaruh agama Kristen masuk ke Roma, sehingga
menumbuhkan penyebaran agama Kristen di Palestina. Agama Kristen tumbuh
di daerah tersebut. Lalu, pada pembagian kerajaan Roma tahun 395,
Palestina berada dalam kekuasaan Kerajaan Bizantium, yang disebut juga
kerajaan Romawi Timur. Pada saat itu Palestina menjadi daerah yang
makmur, menjadi pusat perkembangan jemaah haji (beribadah mengunjungi
tempat-tempat suci yang dilakukan oleh penganut Kristen,Yahudi,dll.).
Namun sesekali muncul penyiksaan kepada bangsa Yahudi oleh bangsa yang
menguasai.
Tahun 611 M, Chosroes II, raja Kerajaan Sasan dari Persia, menyerang
daerah itu. Diikuti oleh bangsa Yahudi yang ingin membalas dendam.
Yerussalem direbut. Gereja Holy Sepulchre dihancurkan dengan tanah dan
hartanya dibawa. Gereja lain bernasib sama dan uskupnya ditahan.
Tahun 628 M, Raja Heralcus dari Bizantium menaklukan kembali teritorial
tersebut. Namun kemenangan ini bersifat sementara karena munculnya
kekuatan Islam yang melemahkan Kerajaan Bizantium tersebut.
Palestina Dikuasai Islam
Islam muncul tahun 610 M di bawah kepemimpinan Muhammad saw. Di selang
tahun 610-632 M, suku-suku di daerah Arab berhasi l dipersatukan di
bawah kepemimpinannya yang asalnya saling bermusuhan. Kerajaan Islam
(Kekhalifahan Islam) setelah Muhammad saw meninggal di bawah pemimpin
Abu Bakar (632-634 M) berusaha merebut daerah Palestina dari tangan
Bizantium. Namun, usaha tersebut tidak berhasil dan akhirnya baru
berhasil ketika Kekhalifahan Islam dipimpin oleh Umar ra. Pada tahun
636, Bizantium jatuh.
Di bawah kepemimpinan Umar ra. terjadi perjanjian damai di Jerussalem
antara pemerintahan Umar dengan umat Kristen yang dipimpin oleh Uskup
Sophronius. Umar sendiri sempat mengunjungi The Holy Rock (tempat ibadah
Daud as. dan tempat Haikal Yahudi) dan tempat itu menjadi Masjid Umar.
Muncullah pengaruh Islam di Jerussalem.
Perselisihan yang terjadi di antara kepemimpinan umat Islam setelah
zaman Muhamamad saw dan Khulafaurrasyidin (4 sahabat Nabi Muhamamad saw
yang memimpin setelah nabi wafat) menyebabkan munculnya berbagai dinasti
yang berganti memimpin Islam dari Dinasti Muawiyah sampai dengan
Dinasti Abbassiah. Pada tahun 685-705, khalifah Abdul Malik dari Dinasti
Abbasiah memperindah tempat suci Jerussalem dengan membangun Kubah
Al-Sakhrah, atau Dome of the Rock. Pada tahun 929, terjadi pemberontakan
kaum Qaramithah yang merampas Mekkah. Hal ini menyebabkan banyaknya
eksodus bangsa Arab ke Jerussalem. Pada tahun 1969, Mesir, diduduki
dinasti Fathimah yang menyatakan kemerdekaannya dari Dinasti Abbassiyah.
Terjadi pertikaian antara kedua dinasti tersebut sampai dengan 1072 dan
akhirnya Palestina dikuasai oleh Dinasti Fathimiah. Gereja Holy
Sepulchre hancur saat serangan Dinasti Fathimiah ke Dinasti Abbasiyah.
Dome of the Rock (history.boisestate.edu)
Pada masa Perang Salib dan setelahnya (1099-1900)
Pada tahun 1099, datang serangan suku Frank dari Eropa yang membawa ke
daerah Yerussalem yang membawa 40.000 tentara untuk menguasai
Jerussalem. Jerussalem takluk dan akhirnya berdirilah kerajaan Latin di
Jerussalem. Perang ini disebut Perang Salib I. Palestina dikuasai oleh
suku Frank yang beragama Kristen. Adanya Perang Salib II yang
berlangsung tahun 1147-1187 menyebabkan Palestina kembali berada di
tangan Kerajaan Islam. Perang Salib berlangsung beberapa kali namun
akhirnya berbuntut kepada perjanjian damai.
Pada tahun 1258, muncul serangan dari suku Tartar di bawah pimpinan
Hulagu yang berasal dari Asia Tengah (Mongol). Serangan ini sempat
menakukan Baghdad, Damaskus, dan Suriah. Namun, datangnya tentara dari
Mesir menyebabkan mereka kalah dan akhirnya daerah itu dikuasai oleh
Mesir.
Wilayah Dikuasai Turki (1516-1900)
Pada 1516, Turki menaklukan Mesir yang menyebabkan daerah itu ditaklukan
Turki. Turki menjadikan daerah Palestina sebagai salah satu provinsi
dan gubernur dikirim dari Konstatinopel. Turki menguasai Palestina
selama 4 abad. Mulai 1840, Turki membuka Palestina demi kepentingan
ekonominya. Akhirnya muncul pelabuhan-pelabuhan dan konsulat-konsulat
Eropa. Hal ini memunculkan semakin kecilnya pengaruh Turki dan
membesarnya pengaruh para konsulat di sana. Sempat terjadi Perang Krim
(1854-1856) karena persaingan antara Ortodoks Yunani dan Pendeta Latin.
Theodor Herzl (www.israelvets.com)
Tahun 1896, Theodor Herzl, penggagas gerakan zionisme, mengeluarkan
usulannya untuk mendirikan negara Israel di Palestina. Hal ini
disebabkan bangsa Yahudi yang terpencar dan tidak memiliki tanah air
sejak Romawi menguasai Palestina. Akhirnya, beberapa orang Yahudi
mendirikan koloni di daerah Palestina.
Berdirinya Negara Israel